JAKARTA, - Suatu peternakan babi liar ditemukan di Kawasan Keselamatan Pembelahan Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.


Baca Juga5 Keuntungan Ide Usaha Ikan Nila, Peminat Sedikit Keuntungan Besar


Penemuan peternakan terselip utuh setelah petugas TNI AU dan Ditpam BP Batam berpatroli teratur dalam penertiban KKOP. Dalam soal itu, patroli berujud pula untuk melihat situs yang beradu dengan pemukimanan masyarakat yang beruang di seluruh landasan pacu Bandara Hang Nadim Batam pada Selasa (15/9/2020).

Komandan Lanud Hang Nadim Letkol Pnb Urip Widodo Mengungkapkan, pembedahan penertiban kali ini yaitu tindak lanjut dari penertiban yang usai dilaksanakan beberapa satu Pekan yang lalu.

Mengumumkan informasi dari salah satu pegawai Ditpam BP Batam menurut Batamnews (jaringan Suara.com), invitasi bertampang surat resmi pada awal mulanya bubar sempat dilayangkan ke masyarakat sejumlah landasan.

Hal itu pula diungkapkan pada panitia lahan tercantol penyelenggaraan lahan di separuh landasan tanpa izin yaitu kelakuan caring hukum.

Namun, dalam pembelahan kali ini petugas baik dari Lanud Hang Nadim kendatipun dari Ditpam BP Batam diketjutkan dengan hal yang tidak biasa.

Pasalnya, pemakaian atau penyelesaian lahan di sekitar landasan pacu bandara Hang Nadim ternyata terselip sebentuk pungli atau sewa yang dilakukan oleh oknum tertentu.

“Dari informasi yang hamba peroleh dari pengurus lahan, mereka dikenakan biaya sewa lahan segede Rp 1,5 juta. Sampai saat ini, awak tengah mencari dan memvalidasi berkomunikasi dengan yang mencampuri lahan ini,” ujar Urip.

Tim gabung lantas mencari akal ke situs lebih dalam dan meraih peternakan babi di beberapa noktah serta tempat pencucian Batu. Sementara pemilik dari peternakan babi saat ini tengah belum dapat dikonfirmasi.

Buat staf pembela peternakan babi, pihak Lanud Hang Nadim bubar menyumbangkan tuntutan sebagai lisan dan persuasif agar peternakan tertulis bergegas dibersihkan atau dibongkar.

kami berikan keadaan dan kelonggaran waktu selagi satu pekan guna panitia peternakan agar serentak membongkar dan bebenah lahan tersimpul dari aktifitas tak berizin. Tersimpul kesibukan sewa-menyewa lahan, mesti kita benahi,” pungkas Urip.

Post a Comment